Kamu Mahasiswa dan Uang Bulanan Cepat Habis? Coba Simpanan Sukarela di Koperasi Mahasiswa
Kamu Mahasiswa dan Uang Bulanan Cepat Habis? Coba Simpanan Sukarela di Koperasi Mahasiswa
Awal bulan uang kiriman masuk, tanggal 10 saldo tinggal separuh, dan tanggal 15 kamu mulai menghitung hari menunggu kiriman berikutnya. Pengeluaran kecil seperti kopi, jajan, dan belanja daring terasa sepele, padahal kalau dijumlahkan nilainya tidak kecil. Menabung di rekening biasa pun sering gagal karena uangnya terlalu mudah ditarik lewat ponsel, apalagi saat ada diskon tengah malam.
Sebenarnya masalahnya bukan pada besar kecilnya uang bulanan, melainkan pada cara mengelolanya, tidak ada pos khusus untuk menabung, dan godaan belanja impulsif sulit ditahan. Padahal ada satu solusi yang jarang dilirik mahasiswa dan letaknya di dalam kampus sendiri, yaitu Koperasi Mahasiswa.
Mengenal Koperasi Mahasiswa
Koperasi Mahasiswa (Kopma) adalah koperasi yang dimiliki dan dijalankan oleh anggotanya sendiri, yaitu mahasiswa satu kampus. Anggota berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan. Banyak Kopma menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dan keuntungannya dibagikan kembali kepada anggota sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) sesuai kontribusi masing-masing. Selain mencari untung, Kopma juga menjadi tempat belajar berorganisasi, mengelola keuangan, dan mengambil keputusan bersama lewat Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Tiga Jenis Simpanan di Koperasi
Sebelum mulai menabung, kenali dulu tiga jenis simpanan yang umumnya ada di koperasi. Pertama, simpanan pokok, yaitu simpanan yang dibayar sekali saat mendaftar dengan jumlah sama untuk semua anggota. Simpanan ini tidak bisa ditarik selama kamu masih menjadi anggota. Kedua, simpanan wajib, yaitu simpanan yang dibayar secara berkala dengan nominal yang ditetapkan koperasi dan baru bisa diambil ketika keanggotaan berakhir. Ketiga, simpanan sukarela, yaitu simpanan yang jumlah dan waktu setorannya kamu tentukan sendiri. Simpanan ini juga bisa diambil kapan saja saat dibutuhkan.
Jadi, simpanan pokok dan wajib merupakan kewajiban anggota, sedangkan simpanan sukarela murni pilihan. Sifatnya yang fleksibel dan peluangnya menambah SHU membuat simpanan ini paling cocok bagi mahasiswa yang baru belajar menabung.
Simpanan Sukarela sebagai Sarana Menabung
Simpanan sukarela cocok untuk belajar menabung karena nominalnya fleksibel dan tidak ada setoran minimum yang memberatkan. Kamu bisa mulai dari jumlah kecil, lalu menaikkannya saat uang saku bertambah. Menyetor dan menarik dana bisa dilakukan kapan saja dengan konfirmasi ke bidang terkait. Prosedur yang sedikit merepotkan ini justru membantu menahan penarikan impulsif. Biasakan menyetor begitu uang bulanan masuk, sebelum dipakai untuk apa pun, dan jaga kebiasaan itu tetap rutin walaupun nominalnya kecil. Semakin besar simpananmu, semakin besar pula jasa simpanan yang kamu terima dalam SHU.
Dompet Aman, Hati Senang
Uang yang cepat habis sebenarnya bukan soal jumlah, melainkan soal tidak adanya sistem pengelolaan yang baik. Simpanan sukarela di Kopma menawarkan sistem itu. Nominalnya bisa kamu atur sendiri, uangnya tidak mudah ditarik tetapi tetap bisa diambil saat perlu, dan sambil jalan kamu belajar berkoperasi. Kamu tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk mulai menabung. Dengan simpanan sukarela, saat tanggal tua tiba nanti, kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri.